Misi Penyelamatan Gagal, Teleskop Luar Angkasa Swift NASA Akan Jatuh ke Bumi
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
NASA menghentikan misi penyelamatan terhadap teleskop luar angkasa Neil Gehrels Swift Observatory setelah wahana penarik LINK yang dikembangkan oleh Katalyst Space gagal teknis. LINK diluncurkan pada 3 Juli 2026 menggunakan roket Pegasus XL, namun tiga minggu kemudian mengalami kegagalan kendali posisinya dan berputar tidak terkendali, sehingga tidak dapat menarik Swift ke orbit yang lebih stabil. Akibatnya, teleskop yang diluncurkan pada 2004 ini diperkirakan akan jatuh ke Bumi dan terbakar di atmosfer dalam beberapa bulan ke depan. NASA memberikan kontrak senilai USD 30 juta kepada Katalyst pada 2025 untuk menyelamatkan Swift, yang semula diharapkan dapat beroperasi hingga 2030. Aktivitas Matahari yang meningkat sejak awal membuat orbit Swift menurun lebih cepat dari perkiraan, sehingga upaya penyelamatan dianggap sangat penting namun sulit. Meski gagal melakukan misi utamanya, NASA belum memutuskan untuk menghentikan operasional LINK sepenuhnya. Wahana ini akan tetap digunakan untuk melatih manuver jarak dekat dan mengumpulkan data teknologi untuk pengembangan layanan satelit di masa depan. Administrator NASA Jared Isaacman menyatakan bahwa misi ini tetap layak dilakukan meskipun tidak berhasil, karena berpotensi memberikan manfaat jangka panjang bagi teknologi perawatan satelit AS. Swift merupakan observatorium unik yang mengamati fenomena berenergi tinggi seperti ledakan sinar gama, supernova, dan aktivitas lubang hitam. NASA akan terus mencari opsi baru untuk merespons peristiwa kosmik setelah Swift berhenti beroperasi.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Detik.com
Misi Penyelamatan Gagal, Teleskop Antariksa NASA Akan Jatuh ke Bumi
21 Agustus 2026 pukul 05.45 · Baca aslinya ↗
Media Indonesia
Misi Penyelamatan Gagal, Teleskop Luar Angkasa Swift Milik NASA Terancam Hancur
21 Agustus 2026 pukul 11.00 · Baca aslinya ↗