Jakarta · Kamis, 20 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Molinas Diproyeksikan Pangkas Subsidi BBM Rp82,2 Triliun hingga 2037

Program Motor Listrik Nasional (Molinas) diproyeksikan dapat menghemat subsidi BBM sebesar Rp82,2 triliun hingga tahun 2037 dengan asumsi tercapainya 11 juta unit motor listrik yang beroperasi pada 2037. Program ini juga diperkirakan mampu menciptakan nilai ekonomi sebesar Rp150 triliun pada periode 2026-2031 serta menyerap 215.000 lapangan kerja di sektor manufaktur, komponen, baterai, dan infrastruktur pengisian daya. Pemerintah menargetkan kapasitas produksi sebesar 100.000 unit per tahun dengan TKDN awalnya minimal 40% yang ditargetkan naik ke 60%.

Molinas diluncurkan melalui kolaborasi BPI Danantara dan PT Len Industri. Presiden Prabowo secara resmi meluncurkan program ini pada Agustus 2026, meskipun CNN Indonesia melaporkan peluncuran pada Agustus 2024. Program ini mencakup pengembangan industri, komponen, infrastruktur pengisian daya, pembiayaan, dan distribusi. PT Len Industri ditunjuk sebagai lead integrator, sementara dua merek dalam negeri, Alva dan Gesit, sudah siap pakai dengan skema pembiayaan yang dibangun bersama Himbara.

Empat kriteria utama Molinas meliputi TKDN di atas 60%, desain dan rekayasa dalam negeri, penggunaan baterai berbasis nikel, serta harga terjangkau. Sayangnya, penetrasi motor listrik di Indonesia masih rendah, hanya 229.554 unit per Desember 2025 dari total 145,25 juta unit motor konvensional. Media yang berbeda menyampaikan tanggal peluncuran yang berbeda: Media Indonesia dan Liputan6.com menyebutkan Agustus 2026, sementara CNN Indonesia menyebutkan Agustus 2024.

Menurut tiap media