NATO Waspadai Infiltrasi Drone sebagai Bentuk Perang Hibrida Rusia
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Duta Besar AS untuk NATO, Matthew Whitaker, menyatakan bahwa perang hibrida yang disengaja tidak boleh ditoleransi anggota NATO. Ia menyoroti insiden drone di Bandara Leipzig/Halle Jerman yang diduga Rusia, serta drone Rusia yang melintasi wilayah udara NATO saat menyerang Ukraina. Whitaker meminta NATO untuk tetap waspada dan merespons dengan tegas setiap tindakan bermusuhan yang teridentifikasi, sambil menekankan dukungan AS bagi sekutu yang menghadapi insiden semacam itu.
Wilayah udara NATO di Eropa menghadapi peningkatan infiltrasi drone sebagai bentuk perang hibrida. Sebanyak 16 negara anggota melaporkan pelanggaran wilayah udara dalam dua tahun terakhir, termasuk penemuan drone peledak di bandara Leipzig, Jerman, dan gangguan di platform gas Rumania. Drone yang digunakan bervariasi dari quadcopter hingga UAV militer yang mengintai infrastruktur kritis.
Untuk mengatasinya, NATO mengembangkan 'Drone Shield' atau 'Drone Wall', jaringan pertahanan berbasis sensor dan peperangan elektronik yang ditargetkan beroperasi penuh pada 2027. Saat ini, jet tempur seperti F-16 dan F-35 tetap menjadi garda terdepan, dengan beberapa negara mulai menggunakan pod roket Thales APKWS II yang lebih ekonomis untuk melumpuhkan drone murah dibandingkan menggunakan rudal mahal.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
SINDOnews
Rusia Luncurkan Perang Hibrida, NATO: Kita Akan Merespons Tegas
7 September 2026 pukul 01.10 · Baca aslinya ↗
Media Indonesia
Infiltrasi Drone ke Wilayah NATO: Garis Depan Baru Perang Hibrida di Eropa
8 September 2026 pukul 21.48 · Baca aslinya ↗