Jakarta · Selasa, 8 September 2026Cari
WargaKonoha

Infiltrasi Drone ke Wilayah NATO: Garis Depan Baru Perang Hibrida di Eropa

Wilayah udara NATO di Eropa menghadapi peningkatan infiltrasi drone sebagai bentuk perang hibrida. Sebanyak 16 negara anggota melaporkan pelanggaran wilayah udara dalam dua tahun terakhir, termasuk penemuan drone peledak di bandara Leipzig, Jerman, dan gangguan di platform gas Rumania. Drone yang digunakan bervariasi dari quadcopter hingga UAV militer yang mengintai infrastruktur kritis.

Untuk mengatasinya, NATO mengembangkan 'Drone Shield' atau 'Drone Wall', jaringan pertahanan berbasis sensor dan peperangan elektronik yang ditargetkan beroperasi penuh pada 2027. Saat ini, jet tempur seperti F-16 dan F-35 tetap menjadi garda terdepan, dengan beberapa negara mulai menggunakan pod roket Thales APKWS II yang lebih ekonomis untuk melumpuhkan drone murah dibandingkan menggunakan rudal mahal.

Peristiwa ini diliput 2 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait