Infiltrasi Drone ke Wilayah NATO: Garis Depan Baru Perang Hibrida di Eropa
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Wilayah udara NATO di Eropa menghadapi peningkatan infiltrasi drone sebagai bentuk perang hibrida. Sebanyak 16 negara anggota melaporkan pelanggaran wilayah udara dalam dua tahun terakhir, termasuk penemuan drone peledak di bandara Leipzig, Jerman, dan gangguan di platform gas Rumania. Drone yang digunakan bervariasi dari quadcopter hingga UAV militer yang mengintai infrastruktur kritis.
Untuk mengatasinya, NATO mengembangkan 'Drone Shield' atau 'Drone Wall', jaringan pertahanan berbasis sensor dan peperangan elektronik yang ditargetkan beroperasi penuh pada 2027. Saat ini, jet tempur seperti F-16 dan F-35 tetap menjadi garda terdepan, dengan beberapa negara mulai menggunakan pod roket Thales APKWS II yang lebih ekonomis untuk melumpuhkan drone murah dibandingkan menggunakan rudal mahal.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 7 September 2026 pukul 01.10
Rusia Luncurkan Perang Hibrida, NATO: Kita Akan Merespons Tegas
Berita terkait
AS Tembak Jatuh 300 Drone Kartel di Perbatasan Meksiko
Detik.com · 5 September 2026 pukul 10.31
Putin Kasih Sinyal Damai, Bos NATO Sebut Rusia Makin Brutal
CNBC Indonesia · 4 September 2026 pukul 08.05
Sekjen NATO Sebut Rusia Makin Nekat dan Berbahaya, Apa Pemicu Utamanya?
SINDOnews · 3 September 2026 pukul 03.30
Siaga Perang Baru NATO vs Rusia, Tangan Kanan Putin Kasih Kode
CNBC Indonesia · 31 Agustus 2026 pukul 21.40