Jakarta · Minggu, 4 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Neraca Dagang RI Surplus, Inflasi Terkendali hingga PMI Manufaktur Ekspansi

Neraca perdagangan Indonesia kembali mencatat surplus pada Agustus 2026. Detik.com melaporkan surplus sebesar US$ 3,55 miliar dengan ekspor US$ 26,61 miliar dan impor US$ 23,06 miliar. Warta Ekonomi menyebutkan nilai surplus US$ 3,5 miliar. Liputan6.com menyebutkan surplus kumulatif Januari-Agustus 2026 mencapai US$ 7,25 miliar, sama dengan angka yang dilaporkan Detik.com.

Ekspor didorong oleh komoditas non migas seperti lemak minyak nabati, bahan bakar mineral, besi dan baja, CPO dan turunannya, serta batu bara. Liputan6.com melaporkan ekspor besi dan baja mencapai US$ 19,18 miliar (tumbuh 4,88%), CPO US$ 17,75 miliar (tumbuh 6,57%), dan batu bara US$ 16,58 miliar (tumbuh 4,31%). Impor didominasi bahan baku dan barang modal (91,3%), dengan peningkatan impor mesin mekanis 15,26% dan mesin elektrik 22,94%.

Inflasi September 2026 tercatat 3,28% secara year-on-year, masih dalam sasaran pemerintah. Inflasi inti turun menjadi 2,84% yoy, sementara inflasi harga yang diatur pemerintah mencapai 3,25% yoy. PMI Manufaktur Indonesia pada September 2026 naik menjadi 52,4 dari 49,8 pada Agustus, masuk zona ekspansi. Menteri Keuangan menilai inflasi yang terjaga dan PMI menjadi sinyal bagi dunia usaha untuk meningkatkan produksi guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurut tiap media