Jakarta · Sabtu, 22 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Neraca Pembayaran Indonesia Kuartal II 2026 Membaik dengan Defisit USD 0,9 Miliar

Bank Indonesia mencatat neraca pembayaran Indonesia pada kuartal II 2026 mencatat defisit USD 0,9 miliar, jauh lebih rendah dibandingkan defisit USD 9,1 miliar pada kuartal pertama 2026. Perbaikan utama terjadi pada transaksi modal dan keuangan yang beralih dari defisit USD 4,8 miliar menjadi surplus USD 12,0 miliar. Namun, transaksi berjalan tetap mencatat defisit USD 12,5 miliar atau 3,3% dari PDB, melebar dari defisit USD 3,6 miliar (1,0% PDB) pada kuartal sebelumnya.

Defisit transaksi berjalan dipengaruhi oleh peningkatan defisit neraca perdagangan migas akibat impor minyak yang mahal sejalan dengan harga minyak dunia tinggi, serta penurunan surplus neraca perdagangan nonmigas yang lebih rendah. Beberapa media menyebut penyebab ini dipengaruhi oleh peningkatan impor nonmigas untuk kebutuhan ekonomi dalam negeri.

Cadangan devisa Indonesia pada akhir Juni 2026 tetap kuat sebesar USD 145,6 miliar, setara dengan pembiayaan 5,6 bulan impor, berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. BI memproyeksikan defisit transaksi berjalan akan lebih rendah di kuartal berikutnya didukung perbaikan prospek ekspor dan dampak positif penurunan tarif Amerika Serikat.

Menurut tiap media