Defisit Neraca Pembayaran Indonesia Mengecil di Kuartal II 2026
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9329672/original/029769800_1787289026-Neraca_Pembayaran.jpg)
Bank Indonesia melaporkan defisit Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada kuartal II 2026 sebesar US$ 900 juta, lebih rendah dibandingkan defisit kuartal I 2026 yang mencapai US$ 9,1 miliar. Perbaikan ini didorong oleh surplus pada transaksi modal dan finansial, yang didukung peningkatan aliran investasi langsung dan investasi portofolio. Namun, transaksi berjalan masih mencatat defisit sebesar US$ 12,5 miliar (3,3% dari PDB), naik dari US$ 3,6 miliar (1,0% dari PDB) pada kuartal sebelumnya. Defisit ini dipengaruhi oleh peningkatan defisit neraca perdagangan migas akibat kenaikan harga minyak dan penurunan surplus neraca perdagangan nonmigas.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 21 Agustus 2026 pukul 13.36
Neraca Pembayaran RI Defisit US$ 900 Juta, Ini Penyebabnya
CNBC Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 10.46
Breaking! Neraca Pembayaran RI Defisit US$ 900 Juta di Kuartal II
ANTARA News · 21 Agustus 2026 pukul 11.10
BI: Neraca pembayaran triwulan II 2026 defisit 0,9 miliar dolar AS
kumparan · 21 Agustus 2026 pukul 12.56
Defisit Transaksi Berjalan RI Capai USD 12,5 Miliar, 3,3 Persen dari PDB
Berita terkait
Video: Gaet Investor dan Dorong Ekonomi 2026,Ekonom Dorong Kebijakan Ini
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 11.05
Investasi RI Meledak, Transaksi Modal dan Finansial Surplus US$12 M
CNBC Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 11.11
BI Catat Neraca Pembayaran Indonesia Triwulan II 2026 Membaik, Defisit Turun Jadi 0,9 Miliar Dolar AS
VOI · 21 Agustus 2026 pukul 11.00
Aliran Modal Asing Masuk Capai 1,8 Miliar Dolar AS hingga 14 Agustus 2026
VOI · 19 Agustus 2026 pukul 20.12