Jakarta · Kamis, 20 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

OJK Dorong Literasi Keuangan dan Kembangkan Keuangan Syariah

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Utara bersama Pemerintah Kabupaten Karo menggelar Hari Indonesia Menabung (HIM) 2026 untuk memperkuat budaya menabung dan memperluas inklusi keuangan bagi pelajar. Kegiatan ini mendukung Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) serta visi Indonesia Emas 2045. Direktur OJK Sumut, Yusri, menegaskan pentingnya menanamkan kebiasaan menabung sejak usia sekolah untuk membentuk perilaku keuangan sehat dan mendukung pertumbuhan ekonomi inklusif. Wakil Bupati Karo, Komando Tarigan, mengapresiasi program ini dan berharap memperluas kepemilikan rekening tabungan pelajar, termasuk produk Simpanan Pelajar (SimPel) yang diawasi OJK. Dalam rangkaian acara, puluhan pelajar menerima edukasi literasi keuangan dari OJK Sumut dan PT Bank Sumut mengenai pengelolaan keuangan sederhana, manfaat menabung, perencanaan keuangan, serta pemanfaatan layanan perbankan aman. Kegiatan ditutup dengan pembukaan rekening simbolis untuk 10 pelajar. Melalui sinergi OJK, Pemkab Karo, dan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Karo, diharapkan budaya menabung semakin kuat dan menciptakan generasi muda yang cerdas finansial.

Di sisi lain, OJK mencatat total aset keuangan syariah mencapai Rp 3.250,22 triliun hingga Juni 2026. Namun tingkat inklusi keuangan syariah masih rendah, hanya 13,24%, sementara literasi keuangan syariah mencapai 43,07%. Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindutan Konsumen OJK, Dicky Kartikoyono, menyampaikan bahwa terdapat jarak signifikan antara literasi dan inklusi keuangan syariah. Dicky menekankan bahwa meskipun aset keuangan syariah telah mencapai angka yang signifikan, aksesnya masih terbatas. Menurutnya, keuangan syariah memiliki akses yang setara dengan lembaga keuangan konvensional, terutama di era digital. Meskipun jumlah cabang fisik lembaga keuangan syariah relatif lebih terbatas dibandingkan konvensional, penggunaan aplikasi mobile telah menjadi solusi untuk mengatasi keterbatasan akses. Hingga Juni 2026, pertumbuhan pembiayaan perbankan syariah mencapai 11,3%.

Perbedaan signifikan terlihat pada fokus kegiatan: HIM 2026 menekankan pada edukasi menabung dan inklusi bagi pelajar, sementara Expo Keuangan dan Seminar Syariah 2026 lebih menyoroti statistik aset dan inklusi keuangan syariah. OJK Sumut melaporkan pembukaan 10 rekening simbolis untuk pelajar, sementara OJK pusat mencatat pertumbuhan pembiayaan syariah sebesar 11,3% hingga Juni 2026.

Menurut tiap media