OKI dan Arab Saudi Tekankan Akuntabilitas Israel dan Syarat Normalisasi Hubungan
Rangkuman gabungan dari 3 media · disusun dengan AI
Di Konferensi Tingkat Menteri Luar Biasa OKI di Jeddah pada 27 Agustus 2026, Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia Muhammad Anis Matta menuntut Israel dituntur tanggung jawab atas kejahatan kemanusiaan dan tindakan terorisme di Palestina, termasuk pembunuhan warga, perusakan Masjid Al-Aqsa, serta perluasan pemukiman ilegal. Anis Matta menyatakan bahwa Israel memanfaatkan perang regional antara Iran, AS, dan Israel untuk melakukan kejahatan lebih lanjut. OKI juga memilih Ismail Ould Cheikh Ahmed dari Mauritania sebagai Sekretaris Jenderal baru untuk periode 2026-2031. Di sisi lain, Arab Saudi menegaskan bahwa normalisasi hubungan diplomatik dengan Israel tidak akan terjadi hingga Palestina merdeka terbentuk di perbatasan 1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota. Meskipun perjanjian kerja sama nuklir sipil AS-Saudi telah ditandatangani, sumber Saudi menyatakan bahwa kesepakatan tersebut tidak bergantung pada keputusan normalisasi hubungan dengan Israel. Posisi Saudi tetap kaku bahwa tidak ada hubungan diplomatik dengan Israel tanpa pembentukan Palestina independen. Konferensi tersebut juga membahas dinamika geopolitik perang Iran melawan AS dan Israel, sementara Indonesia melakukan pertemuan bilateral dengan menteri dari Sudan, Palestina, Qatar, Turki, dan Somalia untuk memperkuat kerja sama regional.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
JPNN.com
Wamenlu Anis Matta: OKI Harus Menuntut Israel Atas Kejahatan Kemanusiaan dan Terorisme
28 Agustus 2026 pukul 13.13 · Baca aslinya ↗
CNBC Indonesia
Harga Mati! Ini Syarat Mutlak Saudi Normalisasi Hubungan dengan Israel
28 Agustus 2026 pukul 15.00 · Baca aslinya ↗
Detik.com
Wamenlu Desak Langkah Konkret OKI Atas Kejahatan Israel ke Palestina
30 Agustus 2026 pukul 12.27 · Baca aslinya ↗