Jakarta · Minggu, 30 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

OKI dan Arab Saudi Tekankan Akuntabilitas Israel dan Syarat Normalisasi Hubungan

Di Konferensi Tingkat Menteri Luar Biasa OKI di Jeddah pada 27 Agustus 2026, Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia Muhammad Anis Matta menuntut Israel dituntur tanggung jawab atas kejahatan kemanusiaan dan tindakan terorisme di Palestina, termasuk pembunuhan warga, perusakan Masjid Al-Aqsa, serta perluasan pemukiman ilegal. Anis Matta menyatakan bahwa Israel memanfaatkan perang regional antara Iran, AS, dan Israel untuk melakukan kejahatan lebih lanjut. OKI juga memilih Ismail Ould Cheikh Ahmed dari Mauritania sebagai Sekretaris Jenderal baru untuk periode 2026-2031. Di sisi lain, Arab Saudi menegaskan bahwa normalisasi hubungan diplomatik dengan Israel tidak akan terjadi hingga Palestina merdeka terbentuk di perbatasan 1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota. Meskipun perjanjian kerja sama nuklir sipil AS-Saudi telah ditandatangani, sumber Saudi menyatakan bahwa kesepakatan tersebut tidak bergantung pada keputusan normalisasi hubungan dengan Israel. Posisi Saudi tetap kaku bahwa tidak ada hubungan diplomatik dengan Israel tanpa pembentukan Palestina independen. Konferensi tersebut juga membahas dinamika geopolitik perang Iran melawan AS dan Israel, sementara Indonesia melakukan pertemuan bilateral dengan menteri dari Sudan, Palestina, Qatar, Turki, dan Somalia untuk memperkuat kerja sama regional.

Menurut tiap media