Wamenlu Desak Langkah Konkret OKI Atas Kejahatan Israel ke Palestina
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Indonesia pada Konferensi Tingkat Menteri Luar Negeri OKI ke-23 di Jeddah (27/8/2026) menuntut organisasi bereaksi konkret melawan kejahatan Israel terhadap Palestina, bukan hanya kecanda. Wamenlu Anis Matta menyoroti perluasan pemukiman, aneksasi tanah, dan pembunuhan warga sipil sebagai pelanggaran hukum internasional. OKI diminta membangun wibawa melalui aksi nyata, menuntut pertanggungjawaban Israel, dan mengkategorikan pemukim ilegal sebagai aksi terorisme. Situasi di Timur Tengah dinilai sangat kritis dengan dampak perang regional yang menyebar luas. Di saat itu pula, Israel dinilai memanfaatkan pecahnya perhatian anggota OKI untuk melanjutkan kejahatan. Konferensi juga memilih Ismail Ould Cheikh Ahmed (Mauritania) sebagai Sekretaris Jenderal OKI periode 2026-2031. Indonesia melakukan pertemuan bilateral dengan menteri Sudan, Palestina, Qatar, Turki, dan Somalia untuk memperkuat kerja sama regional.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 30 Agustus 2026 pukul 13.22
Indonesia desak langkah nyata OKI hadapi Israel
CNBC Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 15.00
Harga Mati! Ini Syarat Mutlak Saudi Normalisasi Hubungan dengan Israel
JPNN.com · 28 Agustus 2026 pukul 13.13
Wamenlu Anis Matta: OKI Harus Menuntut Israel Atas Kejahatan Kemanusiaan dan Terorisme
Media Indonesia · 30 Agustus 2026 pukul 13.02
Palestina Desak Intervensi Internasional Hadapi Pengepungan Al-Mughayyir oleh Israel
Berita terkait
Pendudukan Israel Sebabkan 89 Persen Kebakaran Properti Tepi Barat
VOI · 29 Agustus 2026 pukul 15.01
Akankah Suriah Terseret Jadi Medan Konflik Israel dan Turki?
Detik.com · 28 Agustus 2026 pukul 12.20
Arab Saudi Serukan Reformasi OKI dan Penguatan Kerja Sama
VOI · 28 Agustus 2026 pukul 10.00
Israel akan Kembalikan Jenazah Anak Palestina yang Ditahan Sejak Tewas November 2025
VOI · 28 Agustus 2026 pukul 04.00