Optimalisasi PLB untuk Mengurangi Dwelling Time dan Biaya Logistik di Pelabuhan
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Kantor Wilayah Bea Cukai Jakarta mengoptimalkan Pusat Logistik Berikat (PLB) sebagai tempat penampungan sementara barang impor untuk mengurangi penumpukan di pelabuhan, menekan dwelling time, dan menurunkan biaya logistik. PLB berfungsi sebagai penyangga pelabuhan yang memungkinkan penundaan pembayaran bea masuk dan pajak impor hingga barang dikeluarkan. Keberhasilan optimalisasi diharapkan dapat menurunkan occupancy rate di pelabuhan utama seperti Tanjung Priok. Namun, Bea Cukai menegaskan bahwa upaya ini tidak berkaitan langsung dengan mengatasi kemacetan lalu lintas di sekitar pelabuhan karena berada di luar kewenangannya. Pengunjung ke PT Sarana Gemilang, perusahaan penerima PLB sejak 2017, dinilai tidak mengalami kendala serius dalam penggunaan fasilitas kepabeanan hingga 2026. Beberapa pelaku usaha melaporkan kendala dalam pengajuan kuota impor besi, baja, dan suku cadang yang dianggap lama, serta proses pengurusan dokumen larangan dan pembatasan (lartas) yang rumit. Perbedaan ditemui dari Liputan6.com yang menyebutkan kuota impor yang disetujui seringkali lebih kecil dari yang diajukan, yang dapat memengaruhi kelancaran pasokan bahan baku.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Warta Ekonomi
Bea Cukai Jakarta Dorong Optimalisasi PLB untuk Tekan Dwelling Time dan Biaya Logistik
2 September 2026 pukul 21.12 · Baca aslinya ↗
Liputan6.com
Tekan Biaya Logistik, Bea Cukai Jakarta Optimalkan Pusat Logistik
3 September 2026 pukul 10.20 · Baca aslinya ↗