Jakarta · Minggu, 23 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Paus Leo dan Wapres Gibran menyampaikan duka cita atas gempa bumi NTT

Paus Leo XIV menyampaikan rasa duka atas gempa bumi NTT pada 15 Agustus 2024. Dalam telegram yang diunggah di laman KBRI Vatikan pada 20 Agustus, Paus menyatakan dirinya "sangat sedih" atas korban jiwa dan mengucapkan solidaritas spiritual kepada masyarakat terdampak. Ia juga meminta bantuan kemanusiaan dan doa seraya memohon berkat ilahi untuk kehebatan dan penyembuhan. Gempa bumi bermagnitudo 7,7 mengakibatkan 75 korban tewas dan 907 luka-luka, dengan 3.752 gempa susulan mencatat hingga Kamis pukul 16.00 WIB. BNPB tetap meminta masyarakat waspada terhadap gempa susulan yang masih aktif.

Wakil Presiden Gibran memohon maaf kepada masyarakat NTT yang terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Kabupaten Nagekeo pada 15 Agustus 2026. Dalam kunjungan ke posko pengungsian di Maumere, Gibran mengakui adanya kekurangan penanganan darurat dan meminta semua pihak memastikan kebutuhan warga terpenuhi. Sampai saat itu, 75 orang meninggal, 907 orang luka, dan 92.735 jiwa mengungsi. Gibran menekankan pentingnya fokus pada keselamatan, memprioritaskan bantuan ke daerah terpencil, serta memberikan perhatian khusus pada ibu hamil, lansia, penyandang disabilitas, dan anak-anak. Ia juga memperingatkan warga tidak buru-buru kembali ke rumah rusak karena potensi gempa susulan.

Kedua sumber menyampaikan pesan duka dan solidaritas terkait gempa bumi NTT. Terkait tanggal kejadian, ANTARA News menyebutkan 15 Agustus 2024, sementara Warta Ekonomi menyebutkan 15 Agustus 2026. Kedua sumber juga menyampaikan data korban yang sama, yakni 75 orang tewas dan 907 orang luka. Namun, hanya Warta Ekonomi yang melaporkan jumlah pengungsi sebanyak 92.735 jiwa, sementara ANTARA News tidak menyebutkan angka ini. Selain itu, ANTARA News melaporkan 3.752 gempa susulan hingga Kamis pukul 16.00 WIB, sementara Warta Ekonomi tidak menyertakan informasi ini.

Menurut tiap media