Jakarta · Rabu, 30 September 2026Cari
WargaKonoha

PBB Ecip Serangan Udara di Myanmar, Malaysia Mulai Pulangkan Warga Rohingya

Sekretaris Jenderung PBB, Antonio Guterres, mengutuk keras serangan udara militer Myanmar di Kota Kalchau, Rakhine, yang menewaskan 50 warga sipil dan melukai 59 orang pada 28 September. Guterres menyerukan penghentian kekerasan, pertanggungjawaban pelaku, serta akses aman bagi PBB dan kemanusiaan. Ia juga mengkhawatirkan pemulangan paksa sekitar 1.500 warga Myanmar oleh Malaysia, yang meliputi 1.370 laki-laki, 79 perempuan, 20 anak laki-laki, dan 7 anak perempuan. Malaysia pada 29 September memulai repatriasi 1.476 warga Myanmar sebagai tahap pertama dari rencana 5.000 orang, dengan identifikasi oleh pemerintah Myanmar dan kepesanannya. Konflik di Myanmar memanas setelah pemberontakan militer menggulingkan pemerintahan terpilih pada Februari 2021, dengan Rakhine menjadi fokus kekerasan terhadap komunitas Rohingya yang ribuan mengungsi ke Bangladesh dan Malaysia.

Menurut tiap media