Jakarta · Rabu, 30 September 2026Cari
WargaKonoha

Sekjen PBB kecam keras serangan udara mematikan di Myanmar

Sekretaris Jenderung PBB Antonio Guterres mengutuk keras serangan udara militer Myanmar di Negara Bagian Rakhine yang menewaskan 50 warga sipil dan melukai hampir 60 orang lainnya pada 28 September di dekat pasar Kota Kalchau. Guterres menyerukan penghentian kekerasan untuk melindungi warga sipil dan meminta pertanggungjawaban dari pihak yang bertanggung jawab. Ia juga mendesak akses aman bagi PBB dan kemanusiaan untuk menyalurkan bantuan di wilayah yang dibutuhkan.

Guterres menyampaikan kekhawatiran terkait pemulangan paksa sekitar 1.500 warga Myanmar oleh otoritas Malaysia, yang dilakukan melalui tiga kapal angkatan laut. Kelompok yang dipulangkan terdiri dari 1.370 laki-laki, 79 perempuan, 20 anak laki-laki, dan 7 anak perempuan berusia 8 hingga 60 tahun. Menurut hukum internasional, negara dilarang memulangkan individu ke tempat yang menghadapi ancaman nyawa atau penyiksaan.

Konflik bersenjata di Myanmar telah berlanjut selama bertahun-tahun, memanas setelah pemberontakan militer pada Februari 2021 menggulingkan pemerintahan terpilih. Rakhine, mayoritas penduduknya adalah komunitas Rohingya yang telah mengalami diskriminasi dan kekerasan. Ratusan ribu Rohingya telah dipaksa mengungsi ke negara-negara tetangga, termasuk Bangladesh dan Malaysia.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait