Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Pegunungan Zagros Diduga Jadi Lokasi Pertemuan Manusia Modern dan Neanderthal

Penelitian baru mengidentifikasi Pegunungan Zagros, yang terletak di perbatasan Iran, Irak, dan Turki, sebagai lokasi potensial pertemuan dan kawin silang antara Homo sapiens dan Neanderthal. Para ilmuwan menggunakan data distribusi geografi dan model lingkungan untuk menunjukkan bahwa kedua spesies pernah hidup bersama di wilayah tersebut pada masa yang sama, khususnya selama Zaman Es. Pegunungan Zagros dipilih karena keanekaragaman hayati, topografi yang mendukung kehidupan manusia, dan perannya sebagai jembatan antara wilayah Palearktik dan Afrotropis. Kawasan ini juga kaya akan temuan arkeologi dan bukti genetik dari kedua spesies tersebut.

Penelitian tahun 2024 menunjukkan bahwa Zagros berperan sebagai koridor perpindahan di pertemuan wilayah biogeografis Asia Barat selama Pleistosen, yakni 120.000 hingga 80.000 tahun lalu. Dengan memodelkan kondisi lingkungan dan persebaran kedua kelompok, peneliti menemukan bahwa Zagros mampu mendukung keberadaan kedua spesies secara bersamaan. Namun, temuan ini masih berupa perkiraan berbasis model lingkungan, bukan bukti langsung perkawinan silang di titik spesifik.

Bukti genetik sebelumnya telah membuktikan pertukaran DNA antara manusia modern dengan Neanderthal, dengan kontribusi 1 hingga 4 persen genom manusia modern berasal dari Neanderthal, kecuali pada populasi yang berasal dari Afrika. Interaksi ini juga melibatkan Denisovan, terutama pada populasi Eurasia, Papua Nugini, dan Oseania. Genom ini berkontribusi pada ciri-ciri fisik dan perilaku manusia modern, seperti bentuk hidung dan risiko terhadap Covid-19.

Menurut tiap media