Pembangunan Data Center AI Jatiluhur Ditangguhkan, Pemerintah Soroti Kebutuhan Listrik dan Air
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Pemerintah Provinsi Jawa Barat memutuskan untuk menghentikan sementara pembangunan pusat data kecerdasan buatan (AI) milik BDx Data Centers di Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, karena proyek tersebut belum memiliki AMDAL dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dari Pemerintah Kabupaten Purwakarta. Institute for Essential Services Reform (IESR) mendukung langkah ini dan menilai proyek dengan kapasitas hingga 640 megawatt (MW) perlu menjalani kajian lingkungan dan energi yang menyeluruh sebelum dilanjutkan. IESR memperkirakan kapasitas 640 MW setara dengan konsumsi listrik sekitar 5,6 terawatt-jam (TWh) per tahun, sementara kebutuhan air proyek diperkirakan mencapai 384 liter per detik atau sekitar 33 ribu meter kubik per hari, yang setara dengan lebih dari 12 juta meter kubik air per tahun. Sumber air direncanakan berasal dari Waduk Jatiluhur, yang juga mendukung sistem irigasi pertanian di Jawa Barat.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menekankan bahwa pembangunan data center di Indonesia harus memperhatikan ketersediaan listrik dan air yang besar. Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menyatakan bahwa data center membutuhkan pasokan listrik dan air yang signifikan, sehingga pengembangan harus sesuai dengan potensi sumber daya yang tersedia. Beberapa proyek seperti data center BDX di Waduk Jatiluhur kini ditangguhkan hingga perizinan lengkap, setelah Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melakukan inspeksi mendadak dan menemukan proses perizinan belum selesai. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa jaringan transmisi listrik hijau sepanjang 47.758 km yang akan dibangun dalam 10 tahun mendatang akan mendukung pertumbuhan data center dan kecerdasan buatan. Kapasitas data center yang sudah terbangun di Indonesia saat ini mencapai 800 MW, dengan proyek tambahan yang diproyeksikan mencapai 1,5 GW.
IESR meminta kajian dampak penggunaan air melibatkan masyarakat terdampak, termasuk petani, dan hasilnya dibuka kepada publik. Dari sisi energi, IESR menyoroti pentingnya kajian dampak terhadap keandalan sistem kelistrikan Jawa-Madura-Bali, termasuk kecukupan cadangan daya dan dampak pada akses listrik pelanggan PLN. IESR juga mendesak pemerintah pusat menerbitkan regulasi safeguard untuk AI dan data center dengan standar lingkungan, sosial, dan energi. Anggota Dewan Energi Nasional Satya Widya Yudha menyatakan bahwa Indonesia memiliki potensi yang baik untuk menjadi pusat data center berkat sumber daya listrik hijau dan air yang andal. Beberapa negara seperti Amerika dan Singapura menarik diri dari pengembangan data center karena keterbatasan sumber daya, sehingga meningkatnya keandalan pasokan listrik dan air menjadi kunci keberhasilan industri ini di Indonesia.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Warta Ekonomi
IESR Bongkar Besarnya Kebutuhan Air Data Center AI Jatiluhur
2 Oktober 2026 pukul 17.17 · Baca aslinya ↗
kumparan
ESDM: Data Center Harus Pertimbangkan Pasokan Listrik dan Air yang Besar
2 Oktober 2026 pukul 18.30 · Baca aslinya ↗