Jakarta · Selasa, 22 September 2026Cari
WargaKonoha

Pembangunan PLTS PSEL di Bogor Ganti Sampah menjadi Energi Listrik

Pemerintah mulai menggencarkan program Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) dengan peresmian fasilitas di TPAS Galuga, Bogor. Proyek ini menggunakan teknologi pirolisis untuk mengolah 1.500 ton sampah baru/hari menjadi listrik 20-30 MW. Namun, Greenpeace Indonesia menilai PSEL tidak sesuai hierarki pengelolaan sampah yang memprioritaskan pengurangan dari hulu. Ibrar Akbar menyatakan PSEL berpotensi mendorong masyarakat terus menghasilkan sampah dan membutuhkan pasokan 1.500 ton/hari. Sampah campuran basah dan kering serta keterbatasan anggaran daerah menjadi kendala. Proyek direncanakan beroperasi 2027. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulhas memimpin pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTS) atau Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Bogor Raya. Proyek ini ditargetkan mampu mengolah sampah hingga 1.500 ton per hari dengan kapasitas listrik 20-30 MW. Karena TPAS Galuga berada dalam kondisi darurat, pemerintah fokus pada daerah-daerah yang membutuhkan darurat. Kabupaten Bogor menghasilkan sekitar 3.000 ton sampah per hari, sedangkan Kota Bogor 700-1.000 ton. Sampah akan dikonversi menjadi energi listrik dengan PT PLN sebagai penerima energi. Ini menjadi upaya pemerintah dalam mengelola sampah secara terpadu di wilayah Bogor.

Menurut tiap media