Pembatasan Pertalite untuk Desil 9-10 Masih Dalam Kajian
Rangkuman gabungan dari 4 media · disusun dengan AI
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa rencana pembatasan pembelian Pertalite untuk warga desil 9 dan 10 masih dalam tahap kajian, belum ada keputusan resmi. Selama kajian berlangsung, distribusi Pertalite tetap mengikuti aturan yang berlaku dengan kuota 200 liter per hari untuk bus dan truk, serta 50 liter per hari untuk kendaraan pribadi roda empat. Bahlil menegaskan Pertalite ditujukan untuk masyarakat yang berhak mendapatkan subsidi energi, sehingga kelompok yang sudah mampu secara ekonomi diharapkan beralih ke BBM nonsubsidi.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa pengendalian subsidi BBM akan diterapkan secara bertahap setelah sistem pendukung siap. Salah satu opsi yang dibahas adalah larangan pembelian Pertalite bagi masyarakat desil 9 dan 10. Warta Ekonomi menyeikan kemungkinan kebijakan ini diterapkan mulai akhir 2026 atau awal 2027, sementara sumber lain tidak menyebutkan timeline spesifik.
CNBC Indonesia menambahkan bahwa pembatasan yang dimaksudkan khusus untuk mobil mewah seperti BMW dan Mercedes-Benz, sementara pengguna sepeda motor tidak terkena pembatasan. Sumber lain tidak menyebutkan kendaraan spesifik atau pengecualian motor. CNBC juga menyebutkan bahwa Pertamina sedang mempelajari sistem yang akan digunakan, hal yang tidak disebutkan media lain.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
JPNN.com
Info Terbaru dari Bahlil soal Rencana Pembatasan Pertalite bagi Desil 9-10
19 Agustus 2026 pukul 14.20 · Baca aslinya ↗
Media Indonesia
Bahlil: Pembatasan Pertalite untuk Masyarakat Mampu masih Dikaji
19 Agustus 2026 pukul 14.44 · Baca aslinya ↗
Warta Ekonomi
Pertalite untuk Desil 9-10 Bakal Dibatasi? Ini Kata Bahlil
19 Agustus 2026 pukul 15.24 · Baca aslinya ↗
CNBC Indonesia
Soal Pembatasan Pertalite, Bahlil: Orang Kaya Jangan Ambil Hak Rakyat!
19 Agustus 2026 pukul 15.50 · Baca aslinya ↗