Bahlil: Pembatasan Pertalite untuk Masyarakat Mampu masih Dikaji
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan bahwa rencana pembatasan pembelian Pertalite untuk masyarakat yang masuk desil 9 dan 10 belum diputuskan. Pemerintah masih melakukan kajian terhadap skema pengendalian BBM bersubsidi tersebut. Selama pembahasan belum selesai, penyaluran Pertalite tetap mengikuti ketentuan yang berlaku, yaitu maksimal 200 liter per hari untuk bus dan truk, serta 50 liter per hari untuk kendaraan roda empat. Bahlil menegaskan bahwa Pertalite ditujukan bagi masyarakat yang berhak mendapatkan subsidi energi, sehingga kelompok yang sudah mampu secara ekonomi diharapkan beralih ke BBM nonsubsidi. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa pengendalian subsidi BBM akan diterapkan secara bertahap setelah sistem pendukung siap. Salah satu opsi yang dibahas adalah larangan pembelian Pertalite bagi masyarakat desil 9 dan 10. Kebijaran ini bertujuan memperbaiki ketepatan sasaran penyaluran subsidi BBM agar hanya dinikmati oleh masyarakat yang memang berhak. Pemerintah juga memastikan bahwa kebijatan ini tidak akan mempengaruhi penggunaan motor.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 19 Agustus 2026 pukul 14.20
Info Terbaru dari Bahlil soal Rencana Pembatasan Pertalite bagi Desil 9-10
Liputan6.com · 19 Agustus 2026 pukul 17.41
Bahlil Masih Godok Larangan Orang Kaya Beli Pertalite: Jangan Ambil Hak Rakyat
CNBC Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 15.50
Soal Pembatasan Pertalite, Bahlil: Orang Kaya Jangan Ambil Hak Rakyat!
Detik.com · 21 Agustus 2026 pukul 13.59
Airlangga Sebut Pembatasan Pertalite Bakal Mengacu Jenis Kendaraan
Berita terkait
Pembatasan Pertalite Pakai Desil 9-10 Lanjut? Begini Jawaban Bahlil
Detik.com · 22 September 2026 pukul 17.50
Bahlil Buka Suara soal Pembatasan Pertalite Pakai Desil
Detik.com · 31 Agustus 2026 pukul 19.43
42% Konsumsi BBM Subsidi Dinikmati Orang Mampu
CNBC Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 18.55
Desil 9 dan 10 Dibatasi Beli Pertalite, Pertamina Tunggu Arahan Presiden
SINDOnews · 26 Agustus 2026 pukul 19.52