Pemerintah Bentuk Ditjen Pesantren, Sorotan Anggaran dan Pemberdayaan Santri Putri
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Menteri Agama Nasaruddin Umar menyatakan sekitar 42.000 pondok pesantren di Indonesia belum mendapatkan anggaran yang sepadan dengan pendidikan formal. Untuk memperkuat dukungan, pemerintah akan membentuk Direktorat Jenderl Pesantren di Kementerian Agama; Presiden Prabowo Subianto telah menetapkannya dan menunjuk Basnang Said sebagai Direktur Jenderlnya. Kementerian Agama juga akan merayakan Hari Santri pada 22 Oktober sebagai bagian upacinta dan penguatan pesantren.
Pesan berbeda muncul dari pertemuan di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo, di mana pembina DPP Perempuan Bangsa Rustini Muhaimin menyapa ribuan santri putri bersama Nihayatul Wafiroh, Wakil Bupati Situbondo Ulfiah, dan anggota DPRD Jawa Timur Mamlulah Harun. Rustini menekankan pesantren bukan hanya tempat menimba ilmu agama, tetapi juga membentuk karakter, adab, kepemimpinan, ketangguhan, dan kepedulian sosial. Ia mengingatkan para santri untuk bersyukur dengan akses pendidikan dan pengembangan cita-cita, sekaligus menggabungkan ilmu agama dengan ilmu sekuler.
Perbedaan klaim muncul terkait fokus kegiatan: Liputan6.com menekankan pembentukan struktur baru dan alokasi anggaran, sementara JPNN.com lebih menyoroti pemberdayaan santri putri dan peran perempuan di pesantren. Kedua versi menyampaikan pentingnya pesantren dalam pendidikan keislaman dan pembentukan karakter, namun dengan sudut pandang yang berbeda.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Liputan6.com
Bentuk Ditjen Pesantren, Menag Soroti Anggaran 42 Ribu Ponpes Belum Sepadan
22 September 2026 pukul 19.43 · Baca aslinya ↗
JPNN.com
Santri Putri Punya Cita-cita Jadi Dokter hingga Pemimpin, Ini Pesan Rustini Muhaimin
22 September 2026 pukul 21.20 · Baca aslinya ↗