Jakarta · Rabu, 9 September 2026Cari
WargaKonoha

BNI Perkuat Transformasi Digital dan Dukung Program Pemerintah, Pemerataan Keuangan dan Saldo Awal Rekening WNI 17 Tahun

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) mempercepat transformasi digital untuk memperkuat ekosistem bisnis dan solusi perbankan terintegrasi bagi nasabah ritel serta korporasi. Strategi ini terbukti efektif menjadi mesin pertumbuhan baru dalam meningkatkan volume transaksi keuangan perusahaan. Pada segmen ritel, aplikasi wondr by BNI mencatat 15,1 juta pengguna dengan 1,1 miliar transaksi senilai Rp958 triliun hingga semester I 2026. Sementara itu, platform BNIdirect untuk segmen wholesale menghimpun 279,7 ribu pengguna dengan 789 juta transaksi yang mencapai nilai Rp6.039 triliun.

BNI bersama bank Himbara menyalurkan kredit untuk program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) melalui Agrinas. Pembiayaan ini memiliki risiko kredit macet yang sangat rendah karena sumber pembayarannya berasal langsung dari APBN. Meskipun suku bunga kredit KDMP hanya 6%, lebih rendah dari rata-rata kredit komersial BNI yang sebesar 7%, bank tetap memperoleh profitabilitas yang wajar dalam mendukung pembangunan negara. Secara keseluruhan, kinerja keuangan BNI pada semester I-2026 menunjukkan pertumbuhan positif. Penyaluran kredit mencapai Rp969 triliun (tumbuh 24%), dengan laba bersih sebesar Rp10,8 triliun atau naik 5,94% secara tahunan. Pertumbuhan ini didorong oleh kenaikan Net Interest Income menjadi Rp22 triliun dan fee based income yang mencapai Rp9 triliun.

Pemerintah berencana memberikan rekening bank dengan saldo awal Rp50.000 bagi WNI yang memasuki usia 17 tahun dan memiliki KTP. Program ini diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp11 triliun dari APBN. Pembukaan rekening akan dilakukan secara otomatis menggunakan basis data Dukcapil, dan saldo tersebut dapat ditarik tunai oleh penerima. Implementasi program ini ditargetkan berjalan sebelum akhir 2026 melalui kerja sama dengan bank Himbara, khususnya BRI dan BSI untuk wilayah Aceh. Menteri Keuangan menyatakan bahwa pembiayaan program ini masih memungkinkan menggunakan cadangan belanja negara.

Menurut tiap media