Pemerintah dan Industri Perkuat Koordinasi Lintas Sektor Tangani Penipuan Online
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Pemerintah dan industri menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) di Jakarta pada 28 September 2026 untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menangani penipuan online (scam). Langkah ini didorong oleh data OJK melalui Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) yang mencatat lebih dari 411.000 laporan dengan total kerugian mencapai Rp9,1 triliun sepanjang November 2024 hingga Desember 2025.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) melalui Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital, Alexander Sabar, menekankan bahwa satu institusi tidak mampu menangani masalah ini sendirian karena ekosistem digital melibatkan industri layanan komunikasi, platform digital, sistem pembayaran, hingga sektor jasa keuangan. Bank Indonesia melalui Kepala Departemen DSPK, Sally Marintan Hutapea, menambahkan bahwa scam dapat bergerak lintas kanal dan masuk ke sistem keuangan dalam hitungan menit.
Kolaborasi terintegrasi antara regulator, aparat penegak hukum, dan industri dinilai krusial untuk mempercepat deteksi, respons, pengamanan dana korban, serta penyepakatan standarisasi pertukaran data agar informasi dan kebijakan penanganan saling terhubung.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
JawaPos
Perkuat Koordinasi Sektoral, Pemerintah dan Industri Bahas Penanganan Penipuan Online
28 September 2026 pukul 21.00 · Baca aslinya ↗
JPNN.com
Kemkomdigi Tekankan Penanganan Scam Perlu Penguatan Koordinasi Lintas Sektor
29 September 2026 pukul 05.54 · Baca aslinya ↗