Pemerintah Gencarkan PLTS 100 GW, Integrasikan dengan Listrik Masuk Desa
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Pemerintah mengakselerasi pembangunan Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan target kapasitas 100 gigawatt (GW) dalam waktu kurang dari tiga tahun, sebagaimana disampaikan Presiden Prabowo Subianto pada peristiwa peluncuran dan peletakan batu pertama PLTS 100 GWp di Monumen Operasi Lintas Laut Jawa Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali. Prabowo membandingkan target ini dengan pencapaian swasembada pangan dalam satu tahun, dan menyatakan optimisme bahwa tim energi dapat menyelesaikan target dalam dua tahun. Pemerintah juga menargetkan pembangunan PLTS mencapai 30 GWp pada 2026 dan penghentian operasional PLTD sebesar 13 GW.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa program PLTS 100 GW akan diintegrasikan dengan program listrik masuk desa untuk memperluas akses energi di wilayah belum terlayani. Langkah ini memungkinkan des-des yang belum memiliki listrik untuk mendapatkan pasokan energi melalui pembangkit tenaga surya, mendukung inisiatif Presiden Prabowo Subianto untuk menyediakan PLTS 1 MW di setiap desa. PT Pertamina telah menerapkan solusi ini di sebuah kabupaten di Sumatera yang sebelumnya belum memiliki akses listrik sama sekali.
Integrasi PLTS 100 GW dengan listrik masuk desa juga bertujuan untuk menggantikan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) yang ada dengan sumber energi terbarukan yang lebih beragam. PLN telah melakukan konversi PLTD di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan memanfaatkan energi angin dan matahari. Konversi ini diharapkan dapat mengurangi beban APBN dari subsidi solar yang diberikan untuk operasional PLTD.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
kumparan
Prabowo Targetkan Program PLTS 100 GW Rampung dalam Kurang dari 3 Tahun
25 Agustus 2026 pukul 16.45 · Baca aslinya ↗
JawaPos
Bahlil Integrasikan PLTS 100 GW dengan Program Listrik Masuk Desa
25 Agustus 2026 pukul 18.45 · Baca aslinya ↗