Jakarta · Selasa, 6 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Pemerintah Jabar Hentikan Proyek Data Center AI, Indef: Ulangi Kesalahan 1980-an

Pemerintah Jawa Barat memutuskan menghentikan proyek pusat data AI milik BDx di Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta. Gubernur Dedi Mulyadi menyatakan bahwa penutupan ini dilakukan dengan alasan lingkungan hidup, pasokan air, dan pertimbangan lainnya. Proyek yang dibangun di atas lahan 8.000 meter persegi dengan nilai investasi Rp 3,5 triliun ini dihentikan secara sepihak.

Ketua Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Didik J Rachbini, menyoroti bahwa keputusan serupa pernah terjadi pada 1980-an ketika Indonesia kehilangan peluang investasi semikonduktor. Pada masa itu, beberapa perusahaan teknologi global seperti Fairchild Semiconductor, National Semiconductor, dan Monsanto membangun fasilitas di Jakarta dan Bandung, tetapi investasi tersebut terhenti akibat kebijakan pemerintah terkait otomatisasi produksi. Akhirnya, perusahaan-perusahaan tersebut beralih ke Penang, Malaysia, yang kini menguasai sekitar 13% pangsa pasar global untuk aktivitas pengujian, perakitan, dan pengemasan chip.

Di sisi lain, Indonesia masih memiliki target investasi data center AI senilai Rp 360 triliun dengan 182 data center yang mayoritas beroperasi di Jakarta dan Batam. Batam diproyksikan menjadi pusat data center utama di kawasan dengan rencana investasi sebesar US$ 15 miliar hingga US$ 20 miliar dan target kapasitas 1,3 gigawatt. Beberapa investor seperti AWS dengan komitmen US$ 5 miliar dan Firmus yang membangun kampus data center dengan kapasitas 170.000 akselerator AI juga telah mengumumkan rencana investasi di Batam. Secara nasional, kapasitas data center diproyeksikan mencapai 2.000 MW pada 2030 dengan pertumbuhan permintaan rata-rata 16,8% per tahun.

Menurut tiap media