Jakarta · Minggu, 4 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

KDM Setop Proyek Pusat Data AI di Jatiluhur, Bisa Bikin Investor Kabur?

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menghentikan proyek pusat data AI milik BDx di Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta. Proyek yang dibangun di atas lahan 8.000 meter persegi dengan nilai investasi Rp 3,5 triliun ini dihentikan dengan alasan lingkungan hidup, pasokan air, dan berbagai pertimbangan lainnya. Langkah ini dinilai berpotensi merusak iklim investasi dalam negeri, terutama ketika pemerintah menargetkan investasi data center AI senilai Rp 360 triliun. Indonesia saat ini memiliki 182 data center yang mayoritas beroperasi di Jakarta dan Batam, dengan lokasi prioritas yang ditetapkan di Batam, Jawa Barat, Madura, dan Bali.

Ketua Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Didik J Rachbini, menyoroti bahwa keputusan serupa pernah terjadi pada 1980-an ketika Indonesia kehilangan peluang investasi semikonduktor. Pada masa itu, beberapa perusahaan teknologi global seperti Fairchild Semiconductor, National Semiconductor, dan Monsanto membangun fasilitas di Jakarta dan Bandung, tetapi investasi tersebut terhenti akibat kebijakan pemerintah terkait otomatisasi produksi. Akhirnya, perusahaan-perusahaan tersebut beralih ke Penang, Malaysia, yang kini menguasai sekitar 13% pangsa pasar global untuk aktivitas pengujian, perakitan, dan pengemasan chip.

Di sisi lain, Batam diproyeksikan menjadi pusat data center utama di kawasan dengan rencana investasi sebesar US$ 15 miliar hingga US$ 20 miliar dan target kapasitas 1,3 gigawatt. Beberapa investor seperti AWS dengan komitmen US$ 5 miliar dan Firmus yang membangun kampus data center dengan kapasitas 170.000 akselerator AI juga telah mengumumkan rencana investasi di Batam. Secara nasional, kapasitas data center diproyeksikan mencapai 2.000 MW pada 2030 dengan pertumbuhan permintaan rata-rata 16,8% per tahun.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait