Jakarta · Sabtu, 3 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Proyek Data Center AI BDx di Jatiluhur Disetop, Pemprov dan DPRD Tekankan Pengawasan dan Transparansi AMDAL

Beberapa media melaporkan penghentian sementara proyek data center AI milik BDx di Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta. CNBC Indonesia melaporkan bahwa Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani akan berkoordinasi dengan Pemerbitu Provinsi Jawa Barat terkait penghentian ini, sementara Warta Ekonomi menjelaskan bahwa langkah ini dilakukan karena proyek belum memiliki perizinan AMDAL yang lengkap. Pemprov Jawa Barat memperkirakan pengawasan dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Purwakarta untuk memastikan tidak ada aktivitas pembangunan sebelum AMDAL selesai. Pemprov juga menegaskan tidak terlibat langsung dalam investasi proyek ini dan hanya bertindak sebagai pengawas serta koordinator setelah adu an masyarakat.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, sebagaimana dilaporkan oleh salah satu media, meminta agar proses AMDAL dibuka secara transparan ke publik, termasuk melalui penggunaan media sosial. Masyarakat sekitar sempat mengungkapkan kekhawatirannya terkait penggunaan air dan kebisingan dari operasional data center ini. DPRD Jawa Barat, melalui anggota Komisi V Maulana Yusuf, khawatir bahwa jika pembangunan dilanjutkan meskipun hasil AMDAL buruk, hal ini dapat menyebabkan kekurangan air dan listrik bagi warga, serta meningkatkan suhu daerah. DPRD juga menyoroti bahwa mereka belum dilibatkan dalam komunikasi terkait proyek ini sejak groundbreaking pada 22 September 2026.

Terkait spesifikasi proyek, beberapa media menyampaikan informasi yang konsisten mengenai lokasi proyek yang dibangun di atas lahan sekitar 8.000 meter persegi dengan kapasitas daya listrik hingga 640 MW dan dimulai pada 22 September 2026. Namun, terdapat perbedaan dalam pelaporan terkait durasi pembangunan dan target operasional. CNBC Indonesia melaporkan bahwa pembangunan direncanakan berlangsung selama tiga tahun dengan operasional Gedung 1 yang berkapasitas 120 MW ditargetkan mulai awal 2027, sementara Warta Ekonomi tidak menyebutkan rincian ini. Selain itu, CNBC Indonesia menyebutkan bahwa pasokan listrik akan bersumber dari PLN dan menjajaki energi rendah karbon melalui skema tenaga air bersama PJT, informasi yang tidak ada dalam pelaporan Warta Ekonomi.

Menurut tiap media