Pemerintah Jelaskan Kenaikan Desil DTSEN Tak Otomatis Cabut Bansos
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Pemerintah menjelaskan bahwa kenaikan desil dalam Data Tunggun Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) tidak otomatis menghapus hak penerima bantuan sosial (bansos). Menurut Menteri Sosial Saifullah Yusuf, desil merupakan pemeringkasan relatif kesejahteraan nasional, bukan indikator penghasilan atau kemiskinan langsung. Setiap program bansos memiliki kriteria penerima yang harus dipenuhi, sehingga perubahan desil tidak langsung memengaruhi kelayakan penerima.
Perubahan desil terjadi akibat masuknya 12 juta data baru dari BKKBN yang belum diverifikasi, sehingga dilakukan proses stabilisasi dan validasi ulang. DTSEN merupakan hasil konsolidasi data dari berbagai sumber, distandardisasi dan diperingkatkan oleh BPS sesuai Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025. Penetapan penerima bansos tetap menunggu proses verifikasi di awal bulan penyaluran, bukan langsung dicoret hanya karena perubahan desil.
Pemerintah juga menyatakan bahwa perubahan desil dapat disebabkan oleh faktor dinamis seperti kematian, kelahiran, pindah tempat, atau perubahan kondisi sosial ekonomi. Untuk memastikan akurasi data, pemerintah sedang memperbaiki sistem dan menyediakan beberapa saluran bagi masyarakat untuk memperbarui data melalui SIKS-NG, Cek Bansos, dan platform Perlindungan Sosial.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Warta Ekonomi
Desil DTSEN Naik Tak Berarti Bansos Dicabut, Pemerintah Jelaskan Aturannya
5 September 2026 pukul 18.12 · Baca aslinya ↗
SINDOnews
Mensos Jamin Perubahan Desil Tak Otomatis Coret Bansos
5 September 2026 pukul 19.04 · Baca aslinya ↗