Desil DTSEN Naik Tak Berarti Bansos Dicabut, Pemerintah Jelaskan Aturannya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah menjelaskan bahwa kenaikan desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) tidak otomatis membuat penerima bantuan sosial (bansos) kehilangan hak. Desil merupakan pemeringkatan relatif kesejahteraan nasional, bukan indikator penghasilan atau kemiskinan langsung. Setiap program bansos memiliki kriteria penerima masing-masing yang harus dipenuhi. Perubahan desil terjadi akibat masuknya 12 juta data baru dari BKKBN yang belum diverifikasi, sehingga diproses stabilisasi dan validasi ulang. Penetapan penerima bansos tetap menunggu proses verifikasi di awal bulan penyaluran, bukan langsung dicoret hanya karena perubahan desil.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 5 September 2026 pukul 19.04
Mensos Jamin Perubahan Desil Tak Otomatis Coret Bansos
CNBC Indonesia · 4 September 2026 pukul 18.40
Desil DTSEN Mendadak Naik-Turun? Kemensos Ungkap Penyebabnya
CNN Indonesia · 4 September 2026 pukul 17.13
Gus Ipul Ungkap Penyebab Status Desil di DTSEN Sempat Berubah Drastis
kumparan · 4 September 2026 pukul 09.00
Kemensos Ungkap Penyebab Perubahan Desil DTSEN
Berita terkait
Sistem Desil Dasar Penerima Bansos, Serikat Pekerja Ragukan Cerminan Kondisi Rill
SINDOnews · 24 Agustus 2026 pukul 16.59
Menko Airlangga Buka Suara Soal Potensi Perubahan Desil Kesejahteraan Penerima Bansos
JawaPos · 20 Agustus 2026 pukul 18.02
Direktur ICI Sebut Data DTSEN Terus Diperbarui, Bukan Dipangkas
CNN Indonesia · 2 September 2026 pukul 17.56
Akurasi Data Desil demi Bansos Tepat Sasaran
Detik.com · 1 September 2026 pukul 18.45