Pemerintah Kembangkan Teknologi Pirolisis Sampah Plastik jadi BBM Terbarukan
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Kementerian ESDM dan BRIN mengembangkan teknologi pirolisis multikondensor untuk mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar bernama Petasol. Proses pemanasan tanpa oksigen pada suhu 250-350 derajat Celsius menghasilkan 0,8 hingga 1 liter bahan bakar per kilogram sampah plastik. Petasol memiliki angka cetane di atas CN 51 dan telah memenuhi standar BBM solar sesuai ketentuan Direktorat Jenderat Minyak dan Gas Bumi Nomor 146/2020.
Pemerintah sedang menyiapkan regulasi untuk mengatur pengolahan sampah plastik menjadi BBM terbarukan melalui teknologi ini. Pelaku usaha yang memenuhi syarat dapat menjual Petasol melalui skema bisnis to business (B2B) setelah melalui proses verifikasi dan perizinan sesuai KBLI 38211. Teknologi ini telah direplikasi di lebih dari 60 lokasi di Indonesia, termasuk di Cimahi, Yogyakarta, dan Semarang, dengan dukungan pemerintah daerah dan bank sampah.
Biaya produksi Petasol berkisar antara Rp4.000 hingga Rp6.160 per liter, dengan asumsi harga bahan baku plastik Rp1.800 per kilogram. Biaya ini dapat berkurang menjadi Rp4.000 hingga Rp5.000 per liter jika bahan baku diperoleh dari bank sampah dengan harga sekitar Rp200 per kilogram. Petasol dijual dengan harga sekitar Rp10.000 per liter dan telah digunakan pada kendaraan diesel, perahu nelayan, dan alat pertanian selama lebih dari empat tahun dengan hasil yang aman.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
CNBC Indonesia
Sampah Plastik Bisa Jadi BBM di RI, Bisa Lebih Bagus dari Biosolar!
10 September 2026 pukul 09.45 · Baca aslinya ↗
Warta Ekonomi
Pemerintah Serius Lirik Sampah jadi Bahan BBM, Sudah Urusi Peraturan
11 September 2026 pukul 23.27 · Baca aslinya ↗