Jakarta · Senin, 31 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Pemerintah Pertimbangkan Batasi Pertalite untuk Desil 9-10, Harga Subsidi Dijamin Tetap hingga 2026

Pemerintah sedang mengkaji rencana pembatasan pembelian Pertalite bagi warga kelompok desil 9 dan 10 agar subsidi BBM lebih tepat sasaran. Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengusulkan kenaikan harga jual Pertalite sekaligus pembatasan pembelian untuk kelompok masyarakat kaya, sementara Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjamin harga Pertalite tidak akan dinaikkan hingga Desember 2026. Pemerintah masih memverifikasi validitas data sebelum menetapkan kebijakan final, dengan potensi penghematan anggaran subsidi hingga sekitar 10%.

Data BPH Migas per 27 Agustus 2026 menunjukkan realisasi penyaluran Pertalite mencapai 18,225,946 kiloliter (KL) atau 62,3% dari prognosis 2026 sebesar 29,27 juta KL. Pada Juli 2026, rata-rata konsumsi Pertalite mencapai 85.589 kiloliter per hari, naik 12% dibanding periode sebelumnya. Lonjakan konsumsi ini dipicu oleh migrasi konsumsi dari Pertamax ke Pertalite akibat kenaikan harga BBM non-subsidi, dengan selisih harga Rp5.950 per liter.

Harga Pertalite dijaga tetap di Rp10.000 per liter, sementara Pertamax naik ke Rp16.250, Pertamax Green Rp17.000, dan Pertamax Turbo Rp20.750 per liter sejak 10 Juni 2026. Pemerintah mengalokasikan anggaran subsidi energi sebesar Rp 210,1 triliun dalam APBN 2026, setara dengan 65,87% dari total anggaran subsidi sebesar Rp 318,9 triliun. Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pembatasan Pertalite dapat fokus pada kelompok desil 10 terlebih dahulu, dengan rencana pengujian coba dalam beberapa bulan ke depan.

Menurut tiap media