Pemerintah Rencanakan Pengembangan PLTN 7 GW sebagai Bagian dari Strategi Ketahanan Energi Nasional
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Pemerintah Indonesia menyisipkan energi nuklir sebagai pilar strategi ketahanan energi nasional dengan kapasitas 7 GW yang telah masuk dalam RUKN. Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim, Hashim Djojohadikusumo, menyatakan pengembangan nuklir bagian dari program energi berkelanjutan yang mencakup tenaga surya 100 GW, panas bumi, tenaga air, dan biofuel. Inisiatif ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan pada energi eksternal dan meningkatkan kemandirian energi di tengah ketidakpastian geopolitik global.
Dalam RUPTL 2025-2034, Indonesia sudah mencantumkan pembangunan PLTN dengan kapasitas 500 MW menggunakan teknologi Small Modular Reactor (SMR). Sisa kapasitas sebesar 6,5 GW direncanakan untuk dikembangkan dalam lima tahun ke depan hingga mencapai target 7 GW pada 2040. PLN menyatakan bahwa pembangunan jaringan transmisi juga penting untuk mendukung distribusi listrik dari PLTN, dengan perkiraan dana sekitar Rp 434 triliun dan tingkat pengembalian modal hanya 2-4%.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Warta Ekonomi
Bukan Cuma Surya, Hashim Ungkap RI Siapkan Energi Nuklir 7 GW
6 Oktober 2026 pukul 13.35 · Baca aslinya ↗
CNBC Indonesia
Hashim Bocorkan RI Mau Bangun Pembangkit Nuklir 7 Giga Watt
6 Oktober 2026 pukul 15.25 · Baca aslinya ↗