Jakarta · Selasa, 6 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Hashim Bocorkan RI Mau Bangun Pembangkit Nuklir 7 Giga Watt

Indonesia menargetkan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) dengan kapasitas total 7 Giga Watt (GW) sebagai bagian dari rencana induk energi nasional. Target ini termasuk dalam draf Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) hingga tahun 2040. Direktur Utama PT PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan bahwa dalam RUPTL periode 2025-2034, Indonesia sudah mencantumkan pembangunan PLTN dengan kapasitas 500 Mega Watt (MW) menggunakan teknologi Small Modular Reactor (SMR). Sisa kapasitas sebesar 6,5 GW direncanakan untuk dikembangkan dalam lima tahun ke depan hingga mencapai target 7 GW pada 2040.

Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo menekankan bahwa program energi nuklir menjadi salah satu pilar penting dalam transisi energi bersih Indonesia. Program ini dijalankan sekaligus dengan pengembangan PLTS 100 GW dan pemanfaatan energi bersih lainnya seperti panas bumi, hidro, dan biofuel. Hashim menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mematikan industri batu bara untuk menjaga ketersediaan pasokan listrik bagi masyarakat.

PLN menyatakan bahwa pembangunan jaringan transmisi juga penting untuk mendukung distribusi listrik dari PLTN. Namun, pembangunan jaringan transmisi membutuhkan dana sekitar Rp 434 triliun dengan tingkat pengembalian modal hanya 2-4%, sementara biaya pendanaan saat ini mencapai 8%. PLN membutuhkan dukungan pemerintah, terutama dalam hal kebijakan hukum dan dukungan finansial, untuk memastikan keberhasilan program energi nuklir ini.

Peristiwa ini diliput 2 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait