Jakarta · Jumat, 25 September 2026Cari
WargaKonoha

Pemerintah RI Rencanakan Bensin E50 untuk Kurangi Impor BBM

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian ESDM merencanakan pengembangan bensin dengan campuran etanol hingga 50% (E50) sebagai lanjutan kebijakan biodiesel B50. Langkah ini bertujuan mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar minyak (BBM) dan meningkatkan ketahanan energi nasional. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menekankan bahwa implementasi E50 harus selaras dengan kapasitas industri bioetanol dalam negeri guna menghindari ketergantungan baru pada impor etanol.

Roadmap penerapan akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari E10 pada 2027, E20 pada 2028, hingga mencapai E50. Bahan baku utama E50 adalah etanol dari komoditas lokal seperti jagung, tebu, dan singkong. Presiden Prabowo Subianto sebelumnya memerintahkan pembentukan roadmap E50 setelah kesuksesan program B50 yang diterapkan sejak 1 Juli 2026.

Menurut Bahlil, konsumsi bensin nasional sekitar 39 hingga 40 juta kiloliter per tahun, hampir setara dengan konsumsi solar sebesar 39 juta kiloliter. Dengan penerapan E50, pemerintah berharap dapat menekan impor BBM secara signifikan, serupa dengan keberhasilan B50 yang diklaim berhasil menghentikan impor solar jenis CN48. Program ini juga diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan membuka lapangan kerja baru.

Menurut tiap media