Terungkap Alasan Bensin di RI Bakal Dicampur Etanol 50%
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian ESDM merencanakan pengembangan bensin dengan campuran etanol hingga 50% (E50). Langkah ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar minyak (BBM) jadi serta meningkatkan ketahanan energi nasional, berkaca pada keberhasilan program Biodiesel B50 dan implementasi etanol di Brasil serta Amerika Serikat.
Roadmap penerapan akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari E10 pada 2027, E20 pada 2028, hingga mencapai E50. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menekankan bahwa implementasi ini harus selaras dengan kapasitas industri bioetanol dalam negeri guna menghindari ketergantungan baru pada impor etanol. Program ini juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan membuka lapangan kerja baru.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 21 September 2026 pukul 20.10
Prabowo Mau Bensin RI Dicampur Etanol 50% (E50), Ini Alasannya
JawaPos · 21 September 2026 pukul 16.30
Bahlil Jelaskan Rencana Prooduksi Bensin dari Batu Bara Kalori Rendah
Berita terkait
Bahlil: Kalau Mampu E50, Kita Tidak Lagi Impor Bensin!
Detik.com · 21 September 2026 pukul 14.34
Pemerintah Butuh Tambahan 15 Pabrik Bioetanol pada 2027
Warta Ekonomi · 9 September 2026 pukul 11.50
ESDM Targetkan Bensin E20 Meluncur 2028, Cukai Bioetanol Dihapus
CNN Indonesia · 9 September 2026 pukul 10.27
Mandatori E20 Segera Dikaji, Produksi Etanol di RI Baru 70.500 KL
kumparan · 2 September 2026 pukul 19.25