Pemerintah Targetkan Kredit UMKM Naik ke Rp2.000 Triliun, Waspadai Risiko NPL
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Pemerintah berencana meningkatkan alokasi kredit perbankan untuk UMKM dari Rp1.500 triliun menjadi Rp2.000 triliun pada 2027. Target ini diberikan mandat oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kepada Menteri UMKM Maman Abdurrahman untuk mendorong peningkatan akses pembiayaan bagi sektor UMKM. Saat ini, total kredit perbankan untuk usaha mencapai Rp9.000 triliun, dengan Rp1.500 triliun untuk UMKM (Rp300 triliun KUR dan Rp1.200 triliun non-KUR).
Menteri UMKM Maman Abdurrahman menyampaikan dukungan terhadap target ini sebagai langkah positif untuk memperluas modal usaha, namun menekankan pentingnya pengelolaan yang tepat agar peningkatan kredit tidak berdampak negatif. Menurutnya, kenaikan kredit harus diiringi pengelolaan pembiayaan yang baik dan pengamanan pasar domestik agar tidak meningkatkan risiko kredit macet atau non-performing loan (NPL).
Kementerian Koordinasi Perekonomian dan Maman juga menegaskan bahwa akses pasar merupakan faktor kritis selain ketersediaan pembiayaan agar pelaku UMKM mampu mengembalikan pinjaman yang diterima. Pemerintah perlu memastikan kebijatan pendanaan didukung oleh strategi pemasaran dan perlindungan pasar agar target kredit dapat berdampung positif bagi pertumbuhan ekonomi.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
ANTARA News
Pemerintah dorong alokasi kredit UMKM naik jadi Rp2.000 triliun
21 Agustus 2026 pukul 19.12 · Baca aslinya ↗
SINDOnews
Kredit UMKM Ditargetkan Tembus Rp2.000 Triliun, Awas Ancaman NPL
23 Agustus 2026 pukul 14.15 · Baca aslinya ↗