Jakarta · Jumat, 18 September 2026Cari
WargaKonoha

Realisasi Pembiayaan Utang Pemerintah Rp506 Triliun hingga Agustus 2026

Kementerian Keuangan melaporkan realisasi pembiayaan utang neto pemerintah mencapai Rp506 triliun hingga 31 Agustus 2026. Angka ini setara dengan 60,8% dari target APBN 2026 sebesar Rp832,2 triliun, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp464,6 triliun. Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan pencapaian ini sesuai rencana dan dikelola secara prudent.

Komponen utama pembiayaan berasal dari Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp527,4 triliun atau 66% dari target Rp799,5 triliun. Terkait pinjaman, Detik.com menyebutkan sisa Rp21,4 triliun dari pagu Rp32,7 triliun, sedangkan CNBC Indonesia mencatat angka negatif Rp21,4 triliun karena pembayaran pinjaman lebih besar daripada penarikan baru.

Di tengah ketidakpastian global, pasar SBN Indonesia dinilai tetap solid dan menarik bagi investor asing berkat kredibilitas APBN serta spread yang kompetitif. Warta Ekonomi merinci spread SBN dolar AS tenor 10 tahun terhadap US Treasury berada di sekitar 97 basis poin, sementara SBN rupiah tenor serupa sekitar 120 basis poin. Pemerintah juga menerapkan strategi active cash and debt management serta berkoordinasi dengan Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas pasar.

Menurut tiap media