Utang Pemerintah Tembus Rp506 Triliun hingga Agustus, Ini Kondisi SBN
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pembiayaan utang neto pemerintah mencapai Rp506 triliun hingga 31 Agustus 2026, sesuai rencana APBN. Realisasi ini didomin oleh penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) yang mencapai Rp527,4 triliun, setara 66 persen dari target SBN dalam APBN 2026. Menteri Keuangan Suahasil Hasan Nazara menyatakan pencapaian ini masih on track sesuai rencana yang ditetapkan.
Di tengah ketidakpastian ekonomi global, pasar SBN Indonesia dinilai masih solid. Pemerintah berkoordinasi dengan Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas pasar. Spread SBN Indonesia dibandingkan US Treasury menjadi indikator kunci yang dipantau. Untuk SBN dolar AS dengan tenor 10 tahun, spread terhadap US Treasury 10 tahun berada di sekitar 97 basis poin, sementara SBN rupiah dengan tenor yang sama memiliki spread sekitar 120 basis poin.
Posisi spread Indonesia yang relatif kompetitif mendukung minat investor asing. Suahasil menyatakan Indonesia memiliki spread sebesar 217 basis poin dibandingkan sejumlah negara lain, yang masih cukup rendah untuk mengundang pemodal asing membeli SBN Indonesia.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 18 September 2026 pukul 13.23
Pemerintah Tarik Utang Baru Rp 506 T hingga Agustus 2026
Detik.com · 18 September 2026 pukul 12.58
Pemerintah Tarik Utang Rp 506 Triliun, Ini Sumbernya
kumparan · 18 September 2026 pukul 11.50
Pemerintah Tarik Utang Baru Rp 506 Triliun hingga Agustus 2026
Berita terkait
Kantor Purbaya Target Utang 2027 Tak Lebih dari 40,64% PDB
CNBC Indonesia · 9 September 2026 pukul 16.35
Imbal Hasil SBN Naik, Purbaya Pastikan Tak Ganggu Utang Pemerintah
kumparan · 3 September 2026 pukul 16.10
Utang Pemerintah Rp10.293 Triliun Mayoritas dari SBN, Apa Risikonya bagi APBN?
SINDOnews · 13 Agustus 2026 pukul 13.47
Utang Pemerintah Tembus Rp 10.293 Triliun per Juni 2026, Intip Komposisinya
Liputan6.com · 12 Agustus 2026 pukul 19.45