Jakarta · Senin, 5 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Pemulihan Ekonomi Pasca Bencana Sumatera Diikuti Pendampingan UMKM dan Aktivitas Pasar Kembali Berfungsi

Kementerian UMKM memperkuat pendampingan bagi pengusaha UMKM di Sumatera Barat yang terdampak bencana melalui penguatan kapasitas produksi, perluasan akses pasar, dan fasilitasi pembiayaan. Program ini mencakup pelatihan, pendampingan, dan perbaikan kualitas produk, dengan pelaksanaan melalui Klinik UMKM Minang Bangkit pada 23 Januari 2026 dalam tiga tahapan: pulih mental, pulih usaha, dan bertumbuh. Program ini ditujukan untuk 1.475 pengusaha UMKM dan wirausaha di tiga regional, termasuk 752 peserta di Kota Padang. Wakil Menteri UMKM Helvi Moraza menekankan bahwa pemulihan UMKM pascabencana harus serius, menyeluruh, dan berkelanjutan, sementara Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menyatakan bahwa hampir 750 ribu UMKM di provinsi menopang perekonomian daerah dan menjadi sumber penghidupan bagi sekitar empat juta masyarakat.

Di sisi lain, Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera melaporkan pemulihan ekonomi masyarakat di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus berjalan. Aktivitas pasar rakyat kembali berfungsi 90% di Aceh dan 100% di Sumut serta Sumbar. Hingga 5 Oktober 2026, tercatat 121.984 debitur KUR di Aceh, 44.049 di Sumut, dan 27.670 di Sumbar. Transaksi UMKM melalui perdagangan elektronik mencapai 40,6 juta. Pemulihan sektor pertanian mencapai 56,71% di Aceh (17.844 hektar), 96,57% di Sumut (7.085 hektar), dan 100% di Sumbar (3.902 hektar). Pemulihan kelautan dan perikanan juga dilakukan melalui bantuan budi daya ikan dan rehabilitasi tambak.

Perbedaan signifikan terlihat dalam fokus dan cakupan kedua laporan. Kementerian UMKM lebih menekankan pada pendampingan langsung dan pemberdayaan UMKM di Sumatera Barat, sementara Satgas PRR melaporkan progres pemulihan yang lebih luas meliputi tiga provinsi dengan data kuantitatif terkait pasar, KUR, dan sektor pertanian serta perikanan.

Menurut tiap media