Jakarta · Kamis, 1 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Penarikan Pasukan AS dari Irak Akhiri Dekade Keterlibatan Militer

Pasukan AS menarik 2.500 tentara terakhir dari Irak pada 30 September 2026, mengakhiri operasi 'Operation Inherent Resolve' selama 12 tahun. Penarikan diumumkan oleh Presiden Trump sebagai kemenangan dalam melawan ISIS, sementara pemerintah Irak merayakannya sebagai 'Hari Kemerdekaan' dengan empat hari libur. Iran dan IRGC menyambut positif, menyebutnya sebagai 'kemenangan bersejarah' dan menyerukan AS menarik semua pasukan dari Timur Tengah.

Media melaporkan perbedaan pendapat para pemimpin milisi pro-Iran dan tokoh Irak. Abu Mojtaba al-Yasiri menyebut penarikan sebagai 'pergantian halaman hitam' dalam sejarah Irak, sementara Sirwan Barzani memperingatkan risiko ISIS kembali bangkit. Detik.com melaporkan bahwa turki masih memiliki pasukan di Irak, meskipun berjanji menyerahkan pangkalan secara bertahap kepada pemerintah Baghdad.

Sejak invasi AS 2003 hingga 2011, dan kembali 2014 untuk melawan ISIS, kehadiran AS menjadi pusat perhatian regional. CNBC Indonesia melaporkan tujuh dari 18 anggota AS yang tewal di Irak pada 2026 merupakan bagian dari konflik dengan Iran. Wakil Komisi Keamanan Nasional Parlemen Iran, Amir Hayat Moqaddam, menyatakan dukungan penuh terhadap penarikan tersebut.

Menurut tiap media