Jakarta · Kamis, 1 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Pasukan AS Beranjak dari Irak Bikin Iran Bersorak

Pasukan militer Amerika Serikat (AS) resmi menyelesaikan penarikan diri dari Irak, menandai akhir dari lebih dari dua dekade keterlibatan militer AS di wilayah tersebut. Presiden AS Donald Trump mengumumkan keberhasilan ini melalui akun media sosial resmi, menyebutnya sebagai kemenangan bagi AS dan Irak dalam melawan ISIS. Penarikan 2.500 tentara terakhir dilakukan pada 30 September 2026, mengakhiri misi 'Operation Inherent Resolve' yang berlangsung selama 12 tahun sejak 2014. Pemerintah Irak merayakan momen ini sebagai 'Hari Kemerdekaan' dengan empat hari libur resmi, menegaskan kedaulatan nasional yang penuh.

Iran, termasuk Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), menyambut dengan antusias penarikan pasukan AS dari Irak. IRGC menyebut langkah ini sebagai 'kemenangan bersejarah' dan menyerukan agar AS menarik semua pasukannya dari Timur Tengah. Pernyataan ini mencerminkan dinamika geopolitik yang kompleks di wilayah tersebut.

Meskipun AS menarik pasukannya, kehadiran militer asing lainnya masih ada di Irak. Turki masih memiliki pasukan di wilayah utara Irak, meskipun Ankara berjanji untuk secara bertahap menyerahkan pangkalan militer kepada pemerintah Baghdad. Analis dari Chatham House menyatakan bahwa hubungan antara Baghdad dan Washington tetap penting, dengan Irak berupaya menjaga kedekatannya dengan AS sambil menyeimbangkan relasi dengan Iran.

Peristiwa ini diliput 2 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait