Jakarta · Kamis, 10 September 2026Cari
WargaKonoha

Pengembangan dan Optimalisasi Sistem Indonesia National Single Window (INSW) 2026

Sistem Indonesia National Single Window (INSW) diperluas fungsinya dari layanan ekspor-impor menjadi pengawasan barang domestik, mencakup proses pre-arrival hingga post-cargo clearance. Berdasarkan Rapat Koordinasi Dewan Pengarah INSW I Tahun 2026, digitalisasi layanan mencakup Sistem Nasional Neraca Komoditas untuk 8 komoditas pangan dan 13 komoditas migas. Hingga 31 Agustus 2026, SSm Perizinan menerbitkan 36.022 izin, sementara SSm Pabean-Karantina diterapkan di 23 pelabuhan dan SSm Ekspor di 41 pelabuhan serta 21 bandara. Dokumen PAB meningkat menjadi 74.091 pada Agustus 2026 dari 28.790 pada 2025.

Di sisi lain, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana mengoptimalkan INSW pada 2026 melalui pemanfaatan kecerdasan buatan (AI). Langkah ini diambil karena data dalam INSW dinilai belum terintegrasi dengan baik, sehingga analisis manual dianggap tidak optimal dan menyulitkan pemerintah memperoleh gambaran menyeluruh aktivitas perdagangan. Pengembangan aplikasi berbasis AI ini bertujuan mengatasi kendala pengolahan data yang masih manual atau menggunakan program komputer yang belum terintegrasi.

Menurut tiap media