INSW Naik Kelas! Tak Cuma Ekspor-Impor, Kini Awasi Barang Domestik
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

INSW (Indonesia National Single Window) telah diperluas pengembangannya dari layanan ekspor-impor menjadi pengawasan barang domestik. Pengembangan Sistem Indonesia National Single Window (SINSW) kini mencakup proses pre-arrival hingga post-cargo clearance serta pergerakan barang dalam negeri. Dalam Rapat Koordinasi Dewan Pengarah INSW I Tahun 2026, pemerintah mengevaluasi capaian digitalisasi layanan perdagangan. Layanan Sistem Nasional Neraca Komoditas mencakup 8 komoditas pangan dan 13 komoditas migas. SSm Perizinan telah menerbitkan 36.022 izin hingga 31 Agustus 2026. SSm Pabean-Karantina diterapkan di 23 pelabuhan dengan tingkat penggunaan 100%, sedangkan SSm Ekspor digunakan di 41 pelabuhan dan 21 bandara. Penjmlah dokumen PAB mencapai 74.091 dokumen pada Agustus 2026 dibanding 28.790 pada 2025. Penguatan ISRM melibatkan 7 kementerian/lembaga sebagai bagian dari TFA WTO. Kerja sama e-SKA dengan negara mitra dan integrasi TRQ dengan Australia telah dilakukan. Implementasi Peraturan Presiden No. 41 Tahun 2026 tentang Penguatan Logistik Nasional juga menjadi landasan pengembangan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 8 September 2026 pukul 12.17
Ekspor-Impor Senilai USD 168 Juta Berpotensi Tertunda Imbas Erupsi Anak Krakatau
Berita terkait
Hore! Bantuan Beras Pemerintah 30 Kg Berlanjut hingga Desember
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 22.24
Bandara Soetta Ditutup, Arus Ekspor-Impor Rp 2,9 Triliun Tersendat
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 21.20
2 Dekade Perjalanan, LPDB Koperasi Salurkan Dana Bergulir Rp 22,13 Triliun
Detik.com · 21 Agustus 2026 pukul 18.11
Digitalisasi Jadi Solusi Hadapi Kompleksitas Logistik Indonesia
Media Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 23.07