Jakarta · Selasa, 6 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Pengembangan Industri Bioetanol untuk Mendukung Implementasi E20 Nasional

Pemerintah dan sektor swasta berupaya mempercepat implementasi campuran bensin 20% (E20). PT Agrinas Palma Nusantara bekerja sama dengan IPB University mengembangkan bioetanol berbasis multifeedstock (singkong, sorgum, jagung) dengan target produksi minimal 5 juta kiloliter per tahun untuk memenuhi kebutuhan nasional 7 juta kiloliter. Strategi mencakup integrasi rantai pasok, kemandirian teknologi enzim, serta kemitraan masyarakat sebesar 10–20 persen produksi yang terintegrasi dengan peternakan guna menghindari subsidi pemerintah.

Terdapat perbedaan data mengenai target lahan dan komoditas. Liputan6 menyebutkan target 1 juta hektare lahan pada 2029, sementara CNBC Indonesia menyebutkan penyediaan 2 juta hektare lahan untuk tebu dan singkong di Jawa, Sumatra, Kalimantan, dan Papua. Terkait target waktu, CNBC Indonesia mencatat target produksi E20 dalam 2 tahun atau pada 2028. Program ini dipimpin Presiden Prabowo Subianto melalui rapat terbatas untuk memastikan pasokan gula nasional tidak terganggu sebagai bagian dari transisi energi menuju E50 jangka panjang.

Menurut tiap media