Peningkatan Kasus Influenza di Indonesia, Data Kemenkes dan Allianz Seragam
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Kementerian Kesehatan mencatat 22 kasus influenza A H3N2 subklade K pada 2026, menurun dari 166 kasus pada 2025. Kasus tersebut tersebar di enam provinsi: DKI Jakarta, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Utara, dan Papua Selatan. Plt. Dirjen Penanggulangan Penyakit Andi Saguni menyatakan kasus terakhir ditemukan pada minggu ke-16 April 2026, dengan tidak ada kasus baru hingga minggu ke-38 September 2026. Positivity rate influenza pada pemantauan ILI mencapai 56 persen pada kategori sedang, sementara pemantauan SARI masih rendah.
PT Asuransi Allianz Life Indonesia mencatat klaim influenza sebesar Rp13,8 miliar dari 1.857 kasus hingga September 2026. Rawat inap meningkat 47 persen periode Januari-agustus 2026 dibandingkan tahun sebelumnya. Data Kemenkes pada minggu ke-37 2026 menunjukkan proporsi positif ILI mencapai 58,59 persen, dengan 105 spesimen positif A(H1N1)pdm09 dan 7 positif A(H3N2) dari total 198 spesimen.
Perbedaan antara kedua sumber terletak pada jumlah kasus H3N2 subklade K: Kemenkes mencatat 22 kasus pada 2026, sedangkan Warta Ekonomi melaporkan 188 kasus di 20 provinsi. Positivity rate ILI juga berbeda: Kemenkes mencatat 56 persen, sementara Warta Ekonomi menyebut 58,59 persen pada minggu ke-37 2026. Subklade K disebutkan sebagai istilah umum bukan resmi WHO, dengan varian dominan di Indonesia tetap A(H1N1)pdm09.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
kumparan
Kemenkes Catat 22 Kasus Super Flu pada 2026, Ditemukan di 6 Provinsi
29 September 2026 pukul 03.02 · Baca aslinya ↗
Warta Ekonomi
Kasus Influenza Merebak, Klaim Allianz Capai Rp13,8 Miliar
30 September 2026 pukul 13.15 · Baca aslinya ↗