Penyaluran LPG 3 kg Disesuaikan dengan Data Kesejahteraan dan Desil Ekonomi
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Kementerian ESDM tengah menyelidiki kebijakan penyaluran LPG 3 kg berbasis desil ekonomi guna menargetkan subsidi yang lebih tepat sasaran. Hingga Juli 2026, realisasi penyalihan mencapai 5,05 juta MT, melampaui separuh dari kuota APBN 2026 sebesar 8 juta MT. Untuk 2027, pemerintah proyeksikan kuota naik menjadi 8,94 juta MT dengan anggaran Rp 114,1 triliun. PT Pertamina kolaborasi dengan Ditjen Dukcapil memperbarui data penerima subsidi. Sejak 1 Maret 2023, pemerintah melakukan pendataan pengguna LPG tabung 3 kg melalui sistem berbasis web, dilanjutkan dengan pemadanan data dan pesasaran pengguna LPG tertentu. Kementerian juga membahas penerapan data kesejahteraan atau desil, melibatkan BPS dan PT Pertamina. Direktur Jenderal Migas menjelaskan peningkatan konsumsi LPG 3 kg dipengaruhi sistem distribusi terbuka, sehingga seluruh lapisan masyarakat dapat mengakses LPG bersubsidi tanpa pembatasan. Untuk mengatasi beban subsidi negara yang terus meningkat, pemerintah bekerja sama dengan PT Pertamina melakukan transformasi pengaturan penggunaan LPG 3 kg agar penyaluran lebih teratur dan tepat sasaran. Terpisah, program rekening bank awal Rp 50.000 bagi warga usia 17 tahun baru memiliki KTP diproyeksikan menambah DPK perbankan sebesar Rp 2,33 triliun atau 0,02% dari total DPK Rp 14.000 triliun. Program ini penting untuk meningkatkan inklusi keuangan yang saat ini mencapai 93,61 persen.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
kumparan
Populer: Penyaluran LPG 3 Kg Masih Dikaji; Rekening Usia 17 Tahun Dorong DPK
13 September 2026 pukul 05.00 · Baca aslinya ↗
CNBC Indonesia
Harga LPG 3 Kg, 5,5 Kg dan 12 Kg, Berlaku 14 September 2026
14 September 2026 pukul 17.05 · Baca aslinya ↗