Penyelidikan Forensik dan Pemeriksaan Laboratorium atas Kematian Sutrimo
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Tim forensik dan kepolisian masih menyelidiki penyebab kematian Sutrimo yang ditemukan tewas di depan sebuah klinik kecantikan di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Berdasarkan data rekam medis dan keterangan keluarga, Sutrimo memiliki riwayat penyakit diabetes melitus serta gangguan jantung. Namun, Ketua organisasi profesi forensik—yang disebut sebagai PMFI dalam satu laporan dan PDFMI dalam laporan lainnya—Brigjen Sumy Hastry Purwanti menegaskan bahwa riwayat sakit tersebut belum dapat dipastikan sebagai penyebab kematian karena analisis laboratorium masih berlangsung. Korban diketahui pernah bekerja sebagai kepala rumah tangga untuk mantan Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah.
Proses pemeriksaan menghadapi kendala besar lantaran kondisi jenazah telah membusuk. Tim menguji sampel organ dalam, kulit, dan tes usap melalui pemeriksaan toksikologi, histopatologi, serta DNA guna mendeteksi keberadaan zat berbahaya. Terdapat perbedaan keterangan mengenai waktu dan lokasi penanganan: satu laporan menyebut jenazah berada dalam kondisi busuk hingga 18 Agustus setelah dinyatakan wafat pada 23 Juli, sedangkan laporan lain menyebutkan ekshumasi berlangsung di Banyumas, Jawa Tengah pada 12 Agustus 2026 setelah 19 hari pemakaman sejak 23 Juli 2026. Pihak keluarga tidak menghadiri ekshumasi secara langsung dan menunjuk kuasa hukum Aan Rohaeni sebagai perwakilan.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
CNN Indonesia
Tim Forensik Ungkap Riwayat Sakit Sutrimo: Diabetes dan Jantung
18 Agustus 2026 pukul 15.18 · Baca aslinya ↗
Liputan6.com
Polisi Belum Bisa Ungkap Penyebab Kematian Sutrimo
18 Agustus 2026 pukul 16.47 · Baca aslinya ↗