Jakarta · Rabu, 19 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Pertamina Dampingi Petani Boyolali Atasi Kekeringan melalui Program Desa Energi

Musim kemarau menjadi ancaman serius bagi petani di Desa Sobokerto, Boyolali, Jawa Tengah. Khairul Huda, petani yang mengelola lahan seluas empat hektare, mengungkapkan bahwa akibat tidak adanya akses irigasi, hanya sekitar 20 persen lahan yang bisa ditanami saat kemarau. Selama enam bulan per tahun, petani mengalami kerugian karena tidak bisa bercocok tanam. Menghadapi tantangan tersebut, Khairul bersama puluhan petani lainnya membentuk kelompok tani bernama Ngudi Makmur sebagai upaya kolektif mengatasi keterbatasan air.

Pertamina melalui PT Pertamina Patra Niaga AFT Adi Soemarmo memberikan pendampingan kepada kelompok tani tersebut dalam program TJSL Desa Energi Berdikari (DEB) sejak akhir 2024. Bantuan meliputi pembangunan dua sumur air, sarana prasarana pertanian, dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk mengoperasikan pompa air. Program ini juga mengembangkan usaha peternakan berkelompok dengan memanfaatkan gulma dari Waduk Cengklik sebagai pakan ternak, menciptakan nilai ekonomi tambahan sekaligus menjaga lingkungan waduk.

Hasil pendampingan menunjukkan peningkatan signifikan: lahan yang dapat ditanami saat musim kemarau naik menjadi 60 persen pada tahun pertama dan 90 persen pada tahun kedua. VP Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron menegaskan program DEB dirancang memadukan energi baru terbarukan untuk mendorong kemandirian desa meliputi sektor pertanian, perikanan, pariwisata, dan pengelolaan lingkungan. Khairul mengakui dampak ekonomi besar bagi kesejahteraan anggota kelompok tani.

Menurut tiap media