Jakarta · Jumat, 18 September 2026Cari
WargaKonoha

Pertamina NRE Luncurkan Pusat Pengembangan Bioetanol di Lampung, Dukung Target 1 Juta KL/Tahun

Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) meluncurkan Bioethanol Development Center di Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, Lampung, sebagai fasilitas pengembangan dan pengujian bioetanol berskala pilot. Fasilitas ini memiliki kapasitas produksi hingga 60 kiloliter per tahun dan mendukung pendekatan multi-feedstock serta multi-generation technology, memanfaatkan bahan baku generasi pertama (1G) dan kedua (2G). Beberapa sumber melaporkan kapasitas yang sama, yaitu 60 KL per tahun, sementara satu sumber menyebutkan target produksi skala pilot sebesar 60 kiloliter yang akan dimulai Desember 2026. Bahan baku utama yang dikembangkan meliputi sorgum, singkong, dan jagung, dengan sorgum memiliki siklus panen tiga kali setahun. Nira sorgum digunakan untuk bioetanol 1G, sementara batangnya dimanfaatkan untuk 2G.

Peluncuran fasilitas ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan termasuk Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi, Komisaris Utama PT Pertamina, Gubernur Lampung, hingga perwakilan Toyota Motor Manufacturing Indonesia dan Toyota Tsusho Indonesia. Acara peluncuran juga mencakup penandatanganan dua nota kesepahaman, termasuk kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Lampung dan kemitraan dengan TMMIN, TTI, serta Research Association of Biomass Innovation for Next Generation Automobile Fuels (raBit). Hasil pengujian pilot diharapkan menjadi dasar untuk penilaian teknis, ekonomi, dan komersial.

Tujuan jangka panjang pengembangan fasilitas ini adalah mencapai produksi 1 juta kiloliter bioetanol per tahun. Beberapa sumber menyebutkan target ini secara eksplisit, sementara sumber lain menekankan pentingnya pengembangan menuju skala demonstrasi hingga komersial. Lampung dipilih sebagai lokasi karena potensi sumber daya yang tersedia, termasuk sektor pertanian yang menyumbang 27% struktur ekonomi provinsi.

Menurut tiap media