Pertamina Patra Niaga Gabe Energi Terbarukan untuk Pertanian Berkelanjutan di Kalijaran
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Pertamina Patra Niaga mengembangkan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) MAPAN di Kalijaran, Cilacap, yang menggabungkan energi baru terbarukan (EBT) dengan pertanian berkelanjutan. Program ini menggunakan sistem irigasi hybrid berbasis PLTS dan PLTB dengan kapasitas total 15.250 Wp, menghasilkan rata-rata 150.000 liter air per hari dan mengurangi emisi hingga 2.860 kg CO₂eq per tahun. Penghematan biaya pompa diesel mencapai Rp9 juta per siklus tanam.
Program ini memberdayakan 233 warga, termasuk petani gurem, perempuan, dan masyarakat miskin, melalui kelompok seperti GAPOKTAN Margo Sugih dan KWT Tandur Makmur. Aktivitasnya mencakup irigasi, produksi padi, pengolahan beras, penggunaan dedak sebagai pakan, hingga pengembangan hortikultura dan perikanan. Di sisi hilir, masyarakat didorong mengolah produk menjadi keripik, telur asin, dan MPASI.
Program melibatkan delapan stakeholder dan mendukung replikasi di tiga lahan hortikultura. Warta Ekonomi menyebutkan fokus pada inovasi sistem irigasi dan efisiensi energi, sementara Detik.com menekankan pemberdayaan masyarakat dan beragam kegiatan pertanian serta pengolahan produk.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Warta Ekonomi
Pertamina Patra Niaga Optimalkan Energi Terbarukan untuk Pertanian Berkelanjutan di Kalijaran
11 September 2026 pukul 20.18 · Baca aslinya ↗
Detik.com
Cahaya Matahari & Angin Jadi Sumber Energi di Lahan Pertanian
11 September 2026 pukul 21.39 · Baca aslinya ↗