Cahaya Matahari & Angin Jadi Sumber Energi di Lahan Pertanian
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pertamina Patra Niaga mengembangkan Program TJSL MAPAN di Kalijaran, Cilacap, yang menggabungkan energi baru terbarukan (EBT) dengan pertanian berkelanjutan. Program ini menggunakan sistem irigasi hybrid berbasis Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Tenaga Bayu (PLTB) untuk menjawab keterbatasan irigasi dan ancaman iklim. Total kapasitas EBT mencapai 15.250 Wp, menghasilkan rata-rata 150.000 liter air per hari dan mengurangi emisi hingga 2.860 kg CO₂eq per tahun. Penghematan biaya pompa diesel mencapai Rp9 juta per siklus tanam. Program ini memberdayakan 233 warga, termasuk petani gurem, perempuan, dan masyarakat miskin, melalui kelompok seperti GAPOKTAN Margo Sugih dan KWT Tandur Makmur. Aktivitasnya mencakup irigasi, produksi padi, pengolahan beras, penggunaan dedak sebagai pakan, hingga pengembangan hortikultura dan perikanan. Di sisi hilir, masyarakat didorong mengolah produk menjadi keripik, telur asin, dan MPASI. Program melibatkan delapan stakeholder dan mendukung replikasi di tiga lahan hortikultura.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 11 September 2026 pukul 20.18
Pertamina Patra Niaga Optimalkan Energi Terbarukan untuk Pertanian Berkelanjutan di Kalijaran
Berita terkait
Pertamina Patra Niaga Dorong Ekonomi Sirkular melalui Program Prakarsa Bagja Juara
SINDOnews · 7 Agustus 2026 pukul 21.35
Pertamina Patra Niaga Manfaatkan PLTS dan PLTB untuk Irigasi Pertanian di Cilacap
SINDOnews · 11 September 2026 pukul 21.32
Cerita Dusun Terluar Cilacap Mandiri Energi Berkat Pertamina
CNN Indonesia · 11 September 2026 pukul 16.41
DIY Didorong Tanam Singkong untuk Dukung Produksi Bioetanol
JPNN.com · 11 September 2026 pukul 14.11